Alat dan Bahan Kimia yang sering digunakan di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Haluoleo, keamanan dan pengamanannya

N0 Nama Alat Kegunaan Keamanan dan Pengamanan
1. Mikroskop dan mikroskop fase konstrast Digunakan untuk mengamati benda-benda yang mikroskopik, kecil dan transparan atau tembus pandang. Lensa dibersihkan secara berkala dengan minyak khusus dan diberi penyinaran serta disimpan dilemari yang sejuk
2. Kaca objek dan Kaca penutup Kaca objek untuk meletakkan objek yang diamati dan kaca penutup untuk mebutup benda yang diletakkan pada kaca objek Sifatnya mudah pecah sehingga harus dijaga dari benturan, setelah dipakai dibersihkan, disimpan dalam kotak khusus yang kering
3. Kaca pembesar Untuk mengamati objek yang kecil seperti benang sari, ruas kaki serangga dan sebagainya Digunakan secara hati-hati, hindari dari benturan dan disimpan ditempat kering karena  Sifatnya mudah pecah
4. Papan bedah dan perangkat alat-alat bedah Papan bedah digunakan sebagai tempat pembedahan setelah diisi dengan lilin, atau talenan bedah dari gabus. Setelah digunakan, papan bedah dan alat bedah dicuci dan dikeringkan agar papan bedah tidak berbau amis dan alat-alat bedah tidak rusak atau berkarat karena sebagian besar dari alat-alat tersebut berbahan besi
5. Jala serangga Untuk menangkap serangga Karena terbuat dari kayu dan kain jala, maka alat ini mudah sobek dan patah sehingga setelah pemakaian sebaiknya disimpan di tempat yang aman
6. Vaskulum Untuk menyimpan contoh-contoh tumbuhan yang dikumpulkan pada waktu kerja dilapangan, untuk pengelolaan lebih lanjut agar tidak cepat kering Hindarkan dari benturan karena terbuat dari kaca dan dibersihkan setelah pemakaian
7. Tabung contoh Untuk menyimpan sementara specimen hewan-hewan kecil Setelah pemakaian, disimpan ditempat yang aman hindari dari benturan dan dibersihkan
8. Torso manusia Untuk mempelajari morfologi dan anatomi manusia Karena mudah pecah atau hancur, maka disimpan ditempat yang aman dan dijaga kebersihannya
9. Thermometer badan Untuk mengukur suhu badan Setelah pemakaian, di bersihkan dan ditempat yang aman karena mudah pecah dan jika pecah dapat mnyebabkan kerusakan kesehatan
10. Photometer Untuk mengukur kecepatan penguapan melalui daun dari suatu tumbuhan Setelah pemakaian, di bersihkan dan ditempat yang aman karena mudah pecah
11. Respirometer sederhana Untuk mengukur banyaknya oksigen yang diambil atau digunakan dalam satuan waktu tertentu pada pernafasan oleh hewan. Dapat juga dipakai untuk menyelidiki pernafasan akar atau bagian tumbuhan lain. Digunakan secara hati-hati, hindari dari benturan dan disimpan ditempat kering,  Karena mudah pecah atau hancur, dijaga kebersihannya.
12. Incubator Untuk mengingkubasi telur, mikroba dan lainnya yang membutuhkan pengaturan suhu dan kelembapan udara Harus sering dibersihkan dan dijaga agar bagian dalamnya tidak terkena air atau basah

N0 Nama Bahan Keamanan dan Pengamanan serta karakteristiknya
1. Acetic acid Zat cair, jika terkena kulit dapat menyebabkan luka bakar. Sebagai uap dapat mengganggu alat pernapasan, kulit dan mata. Sehingga harus memakai masker dan sapu tangan, juga baju praktikum. Dalam laboratorium biasa digunakan sebagai asam lemah.
2. Acetone Zat cair. Sangat mudah terbakar, keracunan jika termakan atau terhirup uapnya Sehingga hrus memakai masker dan sapu tangan, juga baju praktikum.
3. Aluminium metal Logam yang ringan, berwarna putih, berbentuk lempengan putih
4. Aluminium sulfat Kristal, garam berwarna putih, larut dalam air. Dapat digunakan sebagai pengganti tawas.
5. Ammonia concetrated Larutan pekat gas amonia dalam air. Jika kena kulit, mata dapat mentebabkn iritasi. Sebagai uap dapat mengganggu alat pernapasan. Jika tertelan menimbulkan kerusakan hebat didalam perut. Biasanya digunakan sebagai basa lemah.
6. Ammonium chloride Kristalnya berwarna putih, mudah larut dalam air. Zat padatnya mudah menyembul jika dipanaskan. Larutannya bersifat asam.
7. Ammonium sulphate Kristal berwarna putih, mudah larut dalam air. Pupuk Z.A adalah ammonium sulfat
8. Benzena Zat cair tak berwarna, sangat mudah terbakar. Jika tremakan, terhisap, oleh kulit atau masuk melalui pernafasan dapat menimbulkan keracunan. Batasilah pengunaan bahan ini mengingat kemungkinan bahaya yang akan ditimbulkannya. Sebagai pelarut lebih baik gunakan bahan lain.
9. Butanol Zat tak berwarna, mudah terbakar. Zat cair atau uapnya dapat mengganggu alat pernafasan, mata dan kulit.
10. Bromthymol blue Indikator asam basa trayek pH : 6,0-7,0. Perubahan warna : kuning-biru. Suatu larutan dengan pH 6,0 jika ditetesi bromtimol biru berwarna kuning dan warna itu berubah menjadi warna biru, apabila pH larutan naik mencapai 7,6.
11. Calcium hypochlorite Serbuk pengelantang mengandung sebagian besar kalsium hipoklorit. Digunakan untuk mengelentang yaitu memutihkan benda yang dikelantang. Dapat digunakan sebagai bahan pembuat gas klor, dengan menambahkan sembarang asam kepada serbuk kalsium hipoklorit. Gas klor bersifat racun.
12. Calcium oxide Kalsium okside disebut juga kapur tohor.
13. Carbon disulphide Zat cair tak berwarna, sangat mudah terbakar. Keracunan jika termakan. Terisap dalam pernapasan dapat menyebabkan pingsan. Cairan atau uapnya mengganggu mata. Digunakan sebagai bahan pelarut. Batasi penggunaan untuk mencegah akibat buruknya.
14. Carbon tetrachloride Zat cair tak berwarna, berat, bau manis. Digunakan sebagai pelarut yang tak dapat terbakar. Keracunan jika termakan atau terhisap.
15. chlroform Zat cair tak berwarna bersifat racun. Berbahaya jika termakan atau terhisap uapnya melalui pernapasan. Digunakan sebagai obat bius.
16. Cobalt (II) chloride Zat padat kristalnya berwarna merah, sangat mudah menyerap air, bahkan mengikat uap air dala udara. Zat padatnya yang kering atau dipanaskan sehingga kering, berwarna biru, tetapi segera berubah menjadi merah jika kena air atau uap air. Karena sifatnya itu ia dapat digunakan untuk menguji kelembapan udara. Kertas kobalt (II) klorida digunakan untuk menguji apakah suatu cairan mengandung air atau tidak. Perubahan terjadi dari biru manjedi merah.
17. Copper (II) sulphate Kristal berwarna biru, jika dipanaskan sampai kering warnanya berubah menjadi putih. Berbahaya jika termakan dapat menyebabkan muntah atau mencret. Zat padat debu atau larutannya dapat mengganggu amata atau alat pernapasan.
18. Ethanol Zat cair, mudah terbakar. Biasa disebut alkohol, memabukkan dan merusak kesehatan jika diminum. Sering digunakan sebagai pelarut.
19. Formalin 40% Digunakan sebagai pencegah hama, dan sebagai cairan untuk merendam hewan-hewan kecil yang diawetkan.
20. Glukose Zat padat, kristalnya tak berwarna. Termasuk golongan monosakarida.
21. Hydrochloric acid, concentrated Zat cair, racun, korosit. Cairan maupun uapnya merusak kulit, mata, alat pernapasan, dan merusak pakaian. Digunakan sebagai asam kuat. Bahaya berkurang jika larutan diencerkan.
22. Iodine cristal Jika yodium padat kena kulit dapat menyebabkan luka bakar. Uapnya mengganggu mata, alat pernapasan. Bahaya jika termakan. Larutan yodium digunakan untuk membuktikan adanya amilum (kanji). Uapnya merusak label botol-botol. Karena itu botol yodium hendaknya disimpan terpisah dari botol-botol yang lain.
22. Iron (II) sulphate Zat pada tidak berwarna, mudah teroksidai oleh udara.
23. Kaolin Kaolin adalah aluminium silikat terhidrat berbentuk atanah liat
24. Lead metal, foil Logam lunak, berwarna putih kebiruan.
25. Lead nitrate Zat padat, debunya menyebabkan keracunan bila termakan atau terhisap dalam pernapasan.
26. Magnesium, metal, ribon Mudah terbakar dengan nyala putih sangat terang dan menyilaukan. Diudara mudah sekali teroksidasi membentuk lapisan abu-abu kehitaman.
27. Magnesium sulphate Zat padat. Disebut juga garam inggris.
28. Mercury (II) okside red Berbahaya jika termakan, terserap melalui kulit atau pernapasan. Apabila dipanaskan terurai menjadi raksa dan gan oksigen. Raksa adalah logam yang paling muidah menguap. Uap raksa adalah racun yang paling berbahaya “matikanlah” butir-butir raksa yang tumpah dan tersebar dilantai, dengan serbuk belerang, serbuk seng, atau kapur sirih. Biarkan begitu selama 24 jam sebelum disapu atau di pel.
29. Metanol Zat cair tak berwarna, sangat mudah terbakar. Jika termakan dapat merusak sistem persarafan pusat dan berbagai organ lain. Digunakan sebagai bahan pelarut.
30. Methyl orange Indikator asam-basa. Trayek pH 2,8-4,6. Perubahan warna merah-kuning
31. Methyl red Indikator asam-basa. Trayek pH 4,6-6,3. Perubahan warna merah kuning.
32. Nitric acid, concetrated Zat cair tak berwarna. Reaksinya dengan suatu logam membebaskan gas nitrogen dioksida berwarna coklat. Cairan maupun uapnya bersifat racun dan korosif. Membakar kulit dan merusak pakaian. Kena mata menimbulkan luka bakar yang parah. Digunakan sebagai asam kuat atau oksidator.
33. Oxalic acid Zat padat, kristal putih mudah larut, bersifat racun.
34. Phenolphthlein Zat padat tak berwarna. Larutan 1 % dalam alkholol digunakan sebagai indikator asam-basa. Jika kedalam larutan basa ditambahkan dua-tiga tetes larutan fenolftalein larutan itu. Larutan asam atau netral tidak memperlihatkan perubahan warna setelah ditetesi laruan fenolftalein.
35. Potassium chloride Zat padat, kristal berwarna putih.
36. Potassium ferricyanide Zat padat, berwarna merah tua. Jika kena asam kuat membebaskan asam hidrogen sianida yang sangat beracun.
37. Potassium ferrocyanide kalium ferosianida Zat padat, berwarna kuning. Jika kena asam kuat membebaskan asam hidrogen sianida yang sangat bersifat racun.
38. Potassium hidroxide Zat padat, berwarna putih basa kuat. Racun dan korosit.
39. Potassium iodide Zat padat, kristal tak berwarna yodium sedikit larut dalam air, tetapi dapat larut sangat baik dalam larutan kalium yodida. Elektrolisis larutan kalium yodida membebaskan yodium berwarna coklat pada anoda dan warna coklat itu berubah menjadi biru tua kalau ditetesi dengan larutan kanji.
40. Potassium permanganat Zat padat kristal berwarna ungu tua. Larutannya dalam air berwarna ungu, bersifat sebagai oksidator kuat. Kalau dipanaskan dapat menimbulkan peletusan.
41. Potassium sodium tartrate Zat padat putih, kristal, larut dalam air. Digunakan dalam larutan fehling untuk menguji adanya bahan pereduksi seperti aldehida, gula dan sebagainya.
42. Potassium thiocyanate Zat padat. Racun. Berbahaya kalau kena kulit, terhisap atau tertelan. Bercampur atau kena asam, membebaskan gas hidrogensianida yang sangat bneracun.
43. Salycilic acid Zat padat berwarna putih.
44. Sodium Logam lunak, putih seperti perak. Reaksinya dengan air sangat hebat, hingga dapat menyala; hasil reaksinya adalah natrium hidroksida, suatu basa kuat. Logam natrium berbahaya jika mengenai kulit dan mata dapat menimbulkan luka bakar yang parah.
45. Sodium acelate Zat padat berwarna putih.
46. Sodium bromide Zat padat
47. Sodium carbonate Kristal putih, garam yang mudah larut, disebut juga soda cuci.
48. Sodium kloride Zat padat putih, kristal, biasa disebut garam dapur.
49. Sodium peroxide Zat padat, serbuk kuning. Reaksi dengan air sangat hebat. Korosif. Berbahaya jika termakan, membakar kulit dan mata. Mudah terurai, karena itu botol tempat senyawa ini haris ditutup rapat dan dijaga keamanannya.
50. Sodium sulphate, anhydrous Kristal putih. Digunakan sebagai bahan pengering beberapa cairan bahan organik
51. Sodium tetraborate Zat padat, kristal putih. Jika dipanaskan melepaskan air kristalnya dan melebur menjadi zat padat bening seperti kaca. Digunakan untuk menguji logam tertentu.
52. Sodium thiosulphate Kristal tak berwarna, biasa disebut hipo. Kristal hipo ini sangat baik digunakan untuk memperlihatkan peristiwa “lemah jenuh”.
53. Sodium nitrate Zat padat. Oksidator, membantu pembakaran. Menyimpannya dijauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Jika dipanaskan dapat menimbulkan peletusan.
54. Tin, metal, foil Logam lunak putih seperti perak
55. Zinc kloride Korosif. Jika kena kulit atau mata dapat menyebabkan luka bakar.

Sumber : - Andi Musi, S.Pd

 

About these ads

About biologyprincess

aku lahir di Butun pada tanggal 5 Mei 1991. Sekarang saya kuliah di program studi pendidikan biologi Universitas haluoleo
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s