Makalah Buah dan Biji

BAB  I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Buah  dan biji adalah  bagian dari organ reproduksi tumbuhan  tingkat tinggi. Pada hakekatnya keberadaan buah hanya dapat dijumpai  pada tumbuhan yang termasuk dalam sub divisi Angiospermae. Pada tumbuhan Gymnospermae, biji tidak ditutupi oleh daun buah sehingga tidak membentuk buah. Gymnospermae sebagaimana asal kata dari sub divisi ini memiliki biji yang telanjang.

Buah adalah suatu hasil dari proses akhir yang mulai dari penyerbukan atau persarian. Pada hakikatnya buah hanya dibedakan kedalam 2 jenis, yang pertama adalah buah semu dan yang kedua adalah buah sejati. Tak lepas dari penamaan buah tersebut menjadi buah sejati dan buah semu dapat dilihat dari struktur buah dan bagian – bagian buah yang ada pada buah. Misalnya dikatakan buah sejati atau buah sebenarnya adalah ketika bentuk buah tidak terhalangi oleh bagian – bagian buah yang ada, pengecualian tetap ada, seperti pada buah jambu mete terlihat tangkai bunga yang membesar seperti buah, padahal bagianyang membesar itu bukan buah tapi tangkai buah.

Dikatakan buah semu karena terlihat bagian – bagian yang menghalangi atau membungkus buah yang sebenarnya, seperti pada buah ciplukan bagian buahnya terhalang oleh kelopak bunga yang ikut tumbuh dalam proses pembuahan dan kemudian tumbuh dan membungkus bagian buah yang sebenarnya .

Selain itu, ada juga pengkhususan – pengkhususan pada buah, seperti buah semu dibagi lagi menjadi buah semu tunggal, buah semu ganda, dan buah semu majemuk. pada buah semu kadangkala bentuknya dapat menipu dan membuat keliru khususnya bagi orang – orang awam yang tidak mengenal bagian mana yang disebut buah pada buah semu, kadang kita juga suka tertipu oleh bentuk buah semu yang sebenarnya dan bagian lain yang ikut tumbuh yang lebih memikat perhatian dibandingkan dengan bagian buah yang sebenarnya.

Selain buah, bagian tumbuhan tyang paling penting adalah biji. Biji adalah organ perkembangbiakan bagi tumbuhan Spermatophyta. Pada Angiospermae, biji dji ibungkus dengan daun buah sehingga dikenal sebagai biji tidak tertutup oleh daun buah sehingga dikenal sebagai tumbuhan berbiji terbuka.Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut, maka dianggap perlu untuk menyusun suatu makalah sebagai bahan informasi dan rujukan dalam pemahaman terhadap buah dan biji.

1.2  Rumusan Masalah

2.      Apa yang membedakan antara buah semu dengan buah sejati?

3.      Bagaimana pengklasifikasian buah semu dan buah sejati?

4.      Bagaimana susunan dari lapisan-lapisan dinding buah?

5.      Bagaimana susunan lapisan dinding biji?

1.3  Tujuan

a  , Untuk mengetahui perbedaan antara buah sejati dengan buah semu?

b.      Untuk mengetahui pembagian buah berdasarkan asal dan proses terbentuknya

c.       Untuk mengetahui susunan dari lapisan dinding buah

d.      Untuk mengetahui susunan lapisan-lapisan biji

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Defenisi Buah

Buah (fruktus) adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium).Buah terbentuk setelah terjadi setelah terjadi peristiwa penyerbukan. Jika penyerbukan berhasil, dimana serbuk sari berhasil mencapai bakal buah. Maka akan terbentuk buah dan biji. Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan.

2.2 Klasifikasi Buah

Secara umum, buah dibedakan atas buah sejati dan buah semu. Buah sejati adalah buah yang semata-mata berasal dari bakal buah sedangkan buah semu adalah buah yang berasal dari bakal buah dan bagian-bagian bunga yang lain yang justru menjadi bagian utama pada buah.

2.2.1.        Buah Sejati

Buah sejati menurut asal pembentukannya dibedakan menjadi tiga bagian, yakni:

a.       buah sejati tunggal,

Buah sejati tunggal buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih. Buah dapat berisi satu biji atau lebih. Contoh Mangga (Mangifera indica), Carica papaya dan Durio zibethinus. Buah sejati tunggal dibedakan lagi menjadi buah sejati tunggal yang kering (siccus) dan buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus).

1.      Buah sejati tunggal yang kering

Buah sejati tunggal yang kering adalah buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering. Buah siccus dibedakan atas tujuh macam, yakni :

Ø  Buah padi (caryopsis),  yakni buah yang berdinding  tipis, mengandung satu biji, dan kulit buah berlekatan dengan kulit biji. Contoh Oryza sativa dan Zea mays.

Ø  Buah kurung (achenium), yakni buah berbiji satu yang tidak pecah, dinding buahnya tipis, berdampingan dengan kulit biji tetapi tidak berlekatan. Contoh Mirabilis jalapa dan Helianthus annuus.

Ø  Buah keras (nux), yakni buah yang mempunyai kulit buah yang keras dan kaku. Contoh  castanea argentea.

Ø  Buah keras bersayap (samara), yakni buah keras yang memiliki alat tamabahan berupa sayap. Contoh  suku Dipterocarpacea

Ø  Buah berbelah (schizocarpium), yakni buah yang mempunyai dua ruang atau lebih, tiap ruang berisi satu biji dan jiak pecah akan membentuk seperti buah kurung. Contoh Centella  asiatica,.

Ø  Buah kendaga (rhegma), yakni buah yang jika pecah, masing-masing akan pecah lagi sehingga bijinya akan keluar. Contoh Ricinus communis

Ø  Buah kotak, yakni suatu buah kering sejati yang mengandung banyak biji, terdiri atas satu atau banyak daun buah, jika masak lalu pecah,, tetapi kulit buah yang pecah sampai lama melekat pada tangkai buah. Contoh Samania saman.

2.      Buah Sejati Tunggal yang Berdaging (Carnosus)

Buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus)  umumnya memiliki tiga lapisan dinding buah, yakni  dinding luar (epicarpium), dinding tengah (mesocarpium) dan dinding dalam (endocarpium). Namun, pada beberapa jenis hanya terdiri dari dua lapisan.. Buah sejati yang berdaging dibedakan atas enam jenis, yakni :

Ø  Buah Buni (bacca), yakni buah sejati berdaging yang hanya terdiri atas dua lapisan. Contoh Carica papaya

Ø  Buah mentimun (pepo), yakni buah buni yang  berasal dari tiga dau n buah yang melekuk kea rah dalam dan selanjutnya melekuk kembali kea rah luar membentuk sekat-sekat semula. Contoh Cvuucumis sativus

Ø  Buah jeruk (hesperidium), yakni buah  buni yang berdiferensiasi membentuk tiga jenis lapisan (flavedo, albedo dan endotesta). Contoh Cytrus sp.

Ø  Buah batu (drupe), yakni buah yang memiliki tiga lapisan dinding buah yang keras seperti batu. Contoh Cocos  nucifera

Ø  Buah delima  contoh Punica granatum

Ø  Buah apel (pomum), contoh Pyrus malus

b. buah sejati ganda,

Buah sejati ganda adalah buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Buah sejati ganda dibedakan menjadi empat jenis, yakni :

Ø  Buah kurung ganda contoh Rosa sp.

Ø  Buah batu ganda contoh Rubus fraxinifolius

Ø  Buah bumbung ganda contoh Michelia champaka

Ø  Buah buni ganda contoh Annona muricata
c.   buah majemuk,

Buah sejati majemuk adalah buah sejati yang terbentuk dari bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.

Buah sejati majemuk dibedakan menjadi tiga, yakni:

a.       Buah buni majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang masing-masing tumbuh menjadi buah buni. Contoh Ananas comosus

b.      Buah batu majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang tumbuh menjadi buah batu. Contoh  Pandanus tectorius

c.       Buah kurung majemuk, yakni buah yang berasal dari bunga majemuk yang masing-masing tumbuh menjadi buah kurung. Contoh Helianthus anuus

1.       Buah Semu

Buah semu atau sering juga disebut buah tertutup yaitu jika buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian – bagian lain pada bunga itu, yang malahan menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, menrik perhatian, dan seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat atau dapat dimakan), sedangkan buah yang sebenarnya kadang kadang tersembunyi.

a. Buah semu tunggal

Buah semu tunggal yaitu, Buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini, selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, misalnya:

1. tangkai bunga, pada buah jambu mete ( anacardium oc. Cidentale L.), pada prosesnya buah ini berkembang akan tetapi tangkai bunga pada buah mete ikut tumbuh dan membesar serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi cadangan makanan. Sedangkan buah yang yang sebenarnya adalah terletak diujung bagian yang membesar itu (metenya).

2. kelopak bunga, pada buah ciplukan (physalis minima L.). pada prosesnya buah ini berkembang akan tetapi kelopak bunga pada buah ciplukan termodifikasi sedemikian rupa sehingga bagian kelopak itu melebar dan membungkus bagian buah ciplukan sehingga buah yang sebenarnya tertutupi oleh kelopak yang melebar tadi. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

b. Buah semu ganda

Buah semu ganda yaitu, jika pada suatu bunga terdapat lebih dari pada satu bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing – masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain pada bunga tadi yang ikut tumbuh dan merupakan bagian buah yang menarik perhatian (dan seringkali berguna). Misalnya buah arbe (Fragraria vesca L.). pada prosesnya bakal buah yang banyak dan bebas satu sama lain tadi akan tumbuh dan berkembang, akan tetapi bagian bunga ( dasar bunga) pada buah arbe ikut tumbuh dan membesar serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi cadangan makanan. Sedangkan buah yang yang sebenarnya adalah yang tampak seperti titik – titik hitam kecil.

b. Buah Semu Majemuk

Buah semu majemuk yaitu, buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja misalnya buah nangka (Artocharpus Integra Merr.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun tenda bunga pada ujungnya berlekatan satu sama lain, sehingga merupakan kulit buah semu ini.

2.2 Biji

2.2.1        Pengertian Biji

Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan.

2.2.2        Struktur Biji

Biji tersusun atas tiga komponen  utama, yakni:

a.       Kulit Biji

Kulit biji adalah bagian biji yang berasal dari selaput bakal biji (integumnetum). Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae), kulit biji tersusun atas dua lapisan, yakni :

1.       lapisan kulit luar  (testa) merupakan lapisan yang tipis, kaku dan merupakan pelindung utama bagian dalam biji.

2.      Lapisan kulit dalam  (tegmen) biasanya tipis seperti selaput dan seringkali  disebut sebagai kulit ari.

Pada Gymnospermae, kulit biji terdiri atas tiga lapisan, yakni :

1.      Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging

2.      Kulit tengah (sclerotesta) merupakan lapisan yang kuat dan keras dan berkayu

3.      Kulit dalam (endotesta) biasanya tipis seperti selaput dan melekat pada biji.

Bagian-bagian tambahan pada biji meliputi :

1.      Sayap (ala), yakni alat tambahan pada biji yang digunakan dalam pemnecaran oleh angin. Contoh biji Moringa oleifera

2.      Bulu (coma), yakni penonjolan sel-sel kulit biji yang berupa rambut-rambut. Contoh Gossypium sp.

3.      Salut biji (arillus). Contoh pada Durio zibethinus

4.      Salut biji semu (arillodium),

5.      Pusar biji (hilus), ykni bagian kulit luar biji yang merupakan berkas pelekatan dengan tali pusar. Contoh pada Vigna sinensis

6.      Liang biji (micropyle), yakni liang kecil bekas masuknya serbuk sari.  Contoh pada biji Ricinus communis

7.      Berkas-berkas pembuluh angkut (chalaza), yakni tempat pertemuan integument dengan nuselus. Contoh Vitis vinifera

8.      Tulang-tulang biji (raphe), yakni terusan tali pusar pada biji. Contoh pada biji  Ricinus communis

b.      Tali Pusar (Funiculus)

Tali pusar merupakan bagian yang menhubungkan biji dengan tembuni. Jika biji masak, biasanya biji terlepas dari tali pusarnya.

c.       Inti Biji (Nucleus seminis)

Inti biji adalah semua bagian biji yang terletak di dalam kulitnya. Inti biji terdiri atas :
- Lembaga (embryo)  yang merupaka calon individu baru

- Putih lembaga (albumen) adalah jaringan yang berisi cadangan makanan untuk masa permulaan kehidupan tumbuhan.

BAB III

PENUTUP

A.    Simpulan

Berdasarkan hasil pengam,atan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.      Buah sejati adalah buah yang berasal dari bakal buah dan tidak melibatkan perkembangan bagian-bagian bunga yang lain sedangkan  buah semu adalah buah yang berasal dari bakal buah dan bagian-bagian buah yang lain yang yang justru menjadi bagian yang menyolok pada  buah.

2.      Buah ditinjau dari asal perkembangannya dibedakan atas tiga bagian, yakni buah tunggal yang berasal dari bunga dengan satu bakal buah; buah ganda yakni buah yang berasal dari satu bunga dengan  beberapa bakal buah dan buah majemuk, yakni buah yang berasal dari buah  majemuk

3.      Lapisan dinding buah terdiri atas tiga bagian, yakni epicarpium, mesocarpium dan endocarpium

4.      Biji  tersusun atas  tiga komponen, yakni kulit biji (spermodermis),  tali pusar (funiculus) dan inti biji (Nucleus seminis)

B.     Saran

Saran yang saya berikan dalam makalah ini adalah sebaiknya dalam penyusunan makalah ini adalah  sebaiknya ruang lingkupnya dibatasi agar pembahasannya lebih terarah

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Alat dan Bahan Kimia yang sering digunakan di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Haluoleo, keamanan dan pengamanannya

N0 Nama Alat Kegunaan Keamanan dan Pengamanan
1. Mikroskop dan mikroskop fase konstrast Digunakan untuk mengamati benda-benda yang mikroskopik, kecil dan transparan atau tembus pandang. Lensa dibersihkan secara berkala dengan minyak khusus dan diberi penyinaran serta disimpan dilemari yang sejuk
2. Kaca objek dan Kaca penutup Kaca objek untuk meletakkan objek yang diamati dan kaca penutup untuk mebutup benda yang diletakkan pada kaca objek Sifatnya mudah pecah sehingga harus dijaga dari benturan, setelah dipakai dibersihkan, disimpan dalam kotak khusus yang kering
3. Kaca pembesar Untuk mengamati objek yang kecil seperti benang sari, ruas kaki serangga dan sebagainya Digunakan secara hati-hati, hindari dari benturan dan disimpan ditempat kering karena  Sifatnya mudah pecah
4. Papan bedah dan perangkat alat-alat bedah Papan bedah digunakan sebagai tempat pembedahan setelah diisi dengan lilin, atau talenan bedah dari gabus. Setelah digunakan, papan bedah dan alat bedah dicuci dan dikeringkan agar papan bedah tidak berbau amis dan alat-alat bedah tidak rusak atau berkarat karena sebagian besar dari alat-alat tersebut berbahan besi
5. Jala serangga Untuk menangkap serangga Karena terbuat dari kayu dan kain jala, maka alat ini mudah sobek dan patah sehingga setelah pemakaian sebaiknya disimpan di tempat yang aman
6. Vaskulum Untuk menyimpan contoh-contoh tumbuhan yang dikumpulkan pada waktu kerja dilapangan, untuk pengelolaan lebih lanjut agar tidak cepat kering Hindarkan dari benturan karena terbuat dari kaca dan dibersihkan setelah pemakaian
7. Tabung contoh Untuk menyimpan sementara specimen hewan-hewan kecil Setelah pemakaian, disimpan ditempat yang aman hindari dari benturan dan dibersihkan
8. Torso manusia Untuk mempelajari morfologi dan anatomi manusia Karena mudah pecah atau hancur, maka disimpan ditempat yang aman dan dijaga kebersihannya
9. Thermometer badan Untuk mengukur suhu badan Setelah pemakaian, di bersihkan dan ditempat yang aman karena mudah pecah dan jika pecah dapat mnyebabkan kerusakan kesehatan
10. Photometer Untuk mengukur kecepatan penguapan melalui daun dari suatu tumbuhan Setelah pemakaian, di bersihkan dan ditempat yang aman karena mudah pecah
11. Respirometer sederhana Untuk mengukur banyaknya oksigen yang diambil atau digunakan dalam satuan waktu tertentu pada pernafasan oleh hewan. Dapat juga dipakai untuk menyelidiki pernafasan akar atau bagian tumbuhan lain. Digunakan secara hati-hati, hindari dari benturan dan disimpan ditempat kering,  Karena mudah pecah atau hancur, dijaga kebersihannya.
12. Incubator Untuk mengingkubasi telur, mikroba dan lainnya yang membutuhkan pengaturan suhu dan kelembapan udara Harus sering dibersihkan dan dijaga agar bagian dalamnya tidak terkena air atau basah

N0 Nama Bahan Keamanan dan Pengamanan serta karakteristiknya
1. Acetic acid Zat cair, jika terkena kulit dapat menyebabkan luka bakar. Sebagai uap dapat mengganggu alat pernapasan, kulit dan mata. Sehingga harus memakai masker dan sapu tangan, juga baju praktikum. Dalam laboratorium biasa digunakan sebagai asam lemah.
2. Acetone Zat cair. Sangat mudah terbakar, keracunan jika termakan atau terhirup uapnya Sehingga hrus memakai masker dan sapu tangan, juga baju praktikum.
3. Aluminium metal Logam yang ringan, berwarna putih, berbentuk lempengan putih
4. Aluminium sulfat Kristal, garam berwarna putih, larut dalam air. Dapat digunakan sebagai pengganti tawas.
5. Ammonia concetrated Larutan pekat gas amonia dalam air. Jika kena kulit, mata dapat mentebabkn iritasi. Sebagai uap dapat mengganggu alat pernapasan. Jika tertelan menimbulkan kerusakan hebat didalam perut. Biasanya digunakan sebagai basa lemah.
6. Ammonium chloride Kristalnya berwarna putih, mudah larut dalam air. Zat padatnya mudah menyembul jika dipanaskan. Larutannya bersifat asam.
7. Ammonium sulphate Kristal berwarna putih, mudah larut dalam air. Pupuk Z.A adalah ammonium sulfat
8. Benzena Zat cair tak berwarna, sangat mudah terbakar. Jika tremakan, terhisap, oleh kulit atau masuk melalui pernafasan dapat menimbulkan keracunan. Batasilah pengunaan bahan ini mengingat kemungkinan bahaya yang akan ditimbulkannya. Sebagai pelarut lebih baik gunakan bahan lain.
9. Butanol Zat tak berwarna, mudah terbakar. Zat cair atau uapnya dapat mengganggu alat pernafasan, mata dan kulit.
10. Bromthymol blue Indikator asam basa trayek pH : 6,0-7,0. Perubahan warna : kuning-biru. Suatu larutan dengan pH 6,0 jika ditetesi bromtimol biru berwarna kuning dan warna itu berubah menjadi warna biru, apabila pH larutan naik mencapai 7,6.
11. Calcium hypochlorite Serbuk pengelantang mengandung sebagian besar kalsium hipoklorit. Digunakan untuk mengelentang yaitu memutihkan benda yang dikelantang. Dapat digunakan sebagai bahan pembuat gas klor, dengan menambahkan sembarang asam kepada serbuk kalsium hipoklorit. Gas klor bersifat racun.
12. Calcium oxide Kalsium okside disebut juga kapur tohor.
13. Carbon disulphide Zat cair tak berwarna, sangat mudah terbakar. Keracunan jika termakan. Terisap dalam pernapasan dapat menyebabkan pingsan. Cairan atau uapnya mengganggu mata. Digunakan sebagai bahan pelarut. Batasi penggunaan untuk mencegah akibat buruknya.
14. Carbon tetrachloride Zat cair tak berwarna, berat, bau manis. Digunakan sebagai pelarut yang tak dapat terbakar. Keracunan jika termakan atau terhisap.
15. chlroform Zat cair tak berwarna bersifat racun. Berbahaya jika termakan atau terhisap uapnya melalui pernapasan. Digunakan sebagai obat bius.
16. Cobalt (II) chloride Zat padat kristalnya berwarna merah, sangat mudah menyerap air, bahkan mengikat uap air dala udara. Zat padatnya yang kering atau dipanaskan sehingga kering, berwarna biru, tetapi segera berubah menjadi merah jika kena air atau uap air. Karena sifatnya itu ia dapat digunakan untuk menguji kelembapan udara. Kertas kobalt (II) klorida digunakan untuk menguji apakah suatu cairan mengandung air atau tidak. Perubahan terjadi dari biru manjedi merah.
17. Copper (II) sulphate Kristal berwarna biru, jika dipanaskan sampai kering warnanya berubah menjadi putih. Berbahaya jika termakan dapat menyebabkan muntah atau mencret. Zat padat debu atau larutannya dapat mengganggu amata atau alat pernapasan.
18. Ethanol Zat cair, mudah terbakar. Biasa disebut alkohol, memabukkan dan merusak kesehatan jika diminum. Sering digunakan sebagai pelarut.
19. Formalin 40% Digunakan sebagai pencegah hama, dan sebagai cairan untuk merendam hewan-hewan kecil yang diawetkan.
20. Glukose Zat padat, kristalnya tak berwarna. Termasuk golongan monosakarida.
21. Hydrochloric acid, concentrated Zat cair, racun, korosit. Cairan maupun uapnya merusak kulit, mata, alat pernapasan, dan merusak pakaian. Digunakan sebagai asam kuat. Bahaya berkurang jika larutan diencerkan.
22. Iodine cristal Jika yodium padat kena kulit dapat menyebabkan luka bakar. Uapnya mengganggu mata, alat pernapasan. Bahaya jika termakan. Larutan yodium digunakan untuk membuktikan adanya amilum (kanji). Uapnya merusak label botol-botol. Karena itu botol yodium hendaknya disimpan terpisah dari botol-botol yang lain.
22. Iron (II) sulphate Zat pada tidak berwarna, mudah teroksidai oleh udara.
23. Kaolin Kaolin adalah aluminium silikat terhidrat berbentuk atanah liat
24. Lead metal, foil Logam lunak, berwarna putih kebiruan.
25. Lead nitrate Zat padat, debunya menyebabkan keracunan bila termakan atau terhisap dalam pernapasan.
26. Magnesium, metal, ribon Mudah terbakar dengan nyala putih sangat terang dan menyilaukan. Diudara mudah sekali teroksidasi membentuk lapisan abu-abu kehitaman.
27. Magnesium sulphate Zat padat. Disebut juga garam inggris.
28. Mercury (II) okside red Berbahaya jika termakan, terserap melalui kulit atau pernapasan. Apabila dipanaskan terurai menjadi raksa dan gan oksigen. Raksa adalah logam yang paling muidah menguap. Uap raksa adalah racun yang paling berbahaya “matikanlah” butir-butir raksa yang tumpah dan tersebar dilantai, dengan serbuk belerang, serbuk seng, atau kapur sirih. Biarkan begitu selama 24 jam sebelum disapu atau di pel.
29. Metanol Zat cair tak berwarna, sangat mudah terbakar. Jika termakan dapat merusak sistem persarafan pusat dan berbagai organ lain. Digunakan sebagai bahan pelarut.
30. Methyl orange Indikator asam-basa. Trayek pH 2,8-4,6. Perubahan warna merah-kuning
31. Methyl red Indikator asam-basa. Trayek pH 4,6-6,3. Perubahan warna merah kuning.
32. Nitric acid, concetrated Zat cair tak berwarna. Reaksinya dengan suatu logam membebaskan gas nitrogen dioksida berwarna coklat. Cairan maupun uapnya bersifat racun dan korosif. Membakar kulit dan merusak pakaian. Kena mata menimbulkan luka bakar yang parah. Digunakan sebagai asam kuat atau oksidator.
33. Oxalic acid Zat padat, kristal putih mudah larut, bersifat racun.
34. Phenolphthlein Zat padat tak berwarna. Larutan 1 % dalam alkholol digunakan sebagai indikator asam-basa. Jika kedalam larutan basa ditambahkan dua-tiga tetes larutan fenolftalein larutan itu. Larutan asam atau netral tidak memperlihatkan perubahan warna setelah ditetesi laruan fenolftalein.
35. Potassium chloride Zat padat, kristal berwarna putih.
36. Potassium ferricyanide Zat padat, berwarna merah tua. Jika kena asam kuat membebaskan asam hidrogen sianida yang sangat beracun.
37. Potassium ferrocyanide kalium ferosianida Zat padat, berwarna kuning. Jika kena asam kuat membebaskan asam hidrogen sianida yang sangat bersifat racun.
38. Potassium hidroxide Zat padat, berwarna putih basa kuat. Racun dan korosit.
39. Potassium iodide Zat padat, kristal tak berwarna yodium sedikit larut dalam air, tetapi dapat larut sangat baik dalam larutan kalium yodida. Elektrolisis larutan kalium yodida membebaskan yodium berwarna coklat pada anoda dan warna coklat itu berubah menjadi biru tua kalau ditetesi dengan larutan kanji.
40. Potassium permanganat Zat padat kristal berwarna ungu tua. Larutannya dalam air berwarna ungu, bersifat sebagai oksidator kuat. Kalau dipanaskan dapat menimbulkan peletusan.
41. Potassium sodium tartrate Zat padat putih, kristal, larut dalam air. Digunakan dalam larutan fehling untuk menguji adanya bahan pereduksi seperti aldehida, gula dan sebagainya.
42. Potassium thiocyanate Zat padat. Racun. Berbahaya kalau kena kulit, terhisap atau tertelan. Bercampur atau kena asam, membebaskan gas hidrogensianida yang sangat bneracun.
43. Salycilic acid Zat padat berwarna putih.
44. Sodium Logam lunak, putih seperti perak. Reaksinya dengan air sangat hebat, hingga dapat menyala; hasil reaksinya adalah natrium hidroksida, suatu basa kuat. Logam natrium berbahaya jika mengenai kulit dan mata dapat menimbulkan luka bakar yang parah.
45. Sodium acelate Zat padat berwarna putih.
46. Sodium bromide Zat padat
47. Sodium carbonate Kristal putih, garam yang mudah larut, disebut juga soda cuci.
48. Sodium kloride Zat padat putih, kristal, biasa disebut garam dapur.
49. Sodium peroxide Zat padat, serbuk kuning. Reaksi dengan air sangat hebat. Korosif. Berbahaya jika termakan, membakar kulit dan mata. Mudah terurai, karena itu botol tempat senyawa ini haris ditutup rapat dan dijaga keamanannya.
50. Sodium sulphate, anhydrous Kristal putih. Digunakan sebagai bahan pengering beberapa cairan bahan organik
51. Sodium tetraborate Zat padat, kristal putih. Jika dipanaskan melepaskan air kristalnya dan melebur menjadi zat padat bening seperti kaca. Digunakan untuk menguji logam tertentu.
52. Sodium thiosulphate Kristal tak berwarna, biasa disebut hipo. Kristal hipo ini sangat baik digunakan untuk memperlihatkan peristiwa “lemah jenuh”.
53. Sodium nitrate Zat padat. Oksidator, membantu pembakaran. Menyimpannya dijauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Jika dipanaskan dapat menimbulkan peletusan.
54. Tin, metal, foil Logam lunak putih seperti perak
55. Zinc kloride Korosif. Jika kena kulit atau mata dapat menyebabkan luka bakar.

Sumber : - Andi Musi, S.Pd

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment